Welcome to Catatan Rahma
Selasa, 03 Juni 2014
●●Doa Cintaku●
●●Doa Cintaku●●
Cukuplah sudah banyak kisahku
Mulai mengecap cinta hingga kutemukan satu
Satu nama terpatri dalam kalbu
Kini kisah panjang berlabuh dalam ikatan suci
Kau dan aku berjanji saling mengasihi
Arungi biduk hingga akhir nanti
Denganmu kisah ini kan kujalani
Ingatkan aku tuk teguh dikala rapuh
Tuk tegar dikala harapan pudar
Tuk istiqomah dijalanNya yang terarah
Tuk bersyukur atas nikmat yang tak terukur
Hari ini, genggam tanganku
Dan kan kita raih sejumput asa
Dan padamu hari ini kutitipkan segenggam hati
Sirami ia dengan kasih sejati
Padamu kutitipkan selangkah jiwa
Terangkan ia dengan sejuta cinta
Padamu kutitipkan seutuh raga
Jagalah ia dan buat bahagia
Padamu kutitipkan bahtera keluarga
Imamkan dan jadikan kelak taman disurga
Minggu, 22 Desember 2013
Satu Ibu Pada Hari Ini Selama Satu Jam
Ketika aku membuka mata untuk pertama kalinya di dunia, engkaulah yang pertama kali kulihat, kutatap dan kutangisi. Berharap engkau memeluk ku, mencium ku, menimang ku, dan menyusuiku disaat aku kehausan dan kelaparan.
Aku sudah menjadi sorang anak yang lucu, mungil dan cantik. Aku yang selalu membuatmu tertawa melihat kelakuan konyolku. Disaaat aku menangis aku memanggilmu, disaat aku sakit aku juga memanggilmu. Semua masa kecilku kulalui bersamamu ibu.
Saat ini aku sudah beranjak remaja ibu. Aku telah lupa apa yang telah kulewati bersamamu. Aku selalu lupa dengan kehadiranmu yang selalu memberiku semangat. Mungkin engkau sedih, karena aku selalu sibuk dengan kesibukan-kesibukanku disekolah yang selalu membuatku lupa ada engkau yang menungguku dirumah.
Kadang, aku marah dengan sikapmu yang memarahiku. Aku selalu menganggap kau tak menyayangiku disaat kau marah. Tapi itulah aku, anakmu. Kau tetap tersenyum disaat aku marah kepadamu, walaupun kadang kau menagis melihat tingkah laku ku yang membuatmu kecewa.
Aku selalu lupa denganmu. Dulu semasa aku kecil, kebahagiaanku selalu kuisi bersamamu. Tapi sekarang, kebahagiaan itu tak pernah kuisi bersamamu. Hanya kesedihan yang selalu kubagi bersamamu. Tapi, engkau tetap tersenyum kepadaku. Kau tak pernah mengeluh dengan apa yang telah engkau hadapi untuk membuatku terus berkembang menjadi seorang anak yang kau inginkan. Sedangkan aku tak pernah berpikir bagaimana kerasnya engkau bekerja untuk membiayai agar aku bisa menjadi apa yang aku mau, sehingga bisa membuatmu bangga.
Aku terus beranjak menjadi seorang anak yang dewasa. Sehinnga aku terus lupa denganmu. Kesibukan-kesibukanku pun bertambah sehingga aku selalu lupa ada Ibu yang menungguku dirumah dengan rasa gelisah dan bertanya-tanya.
Hari ini tanggal 22 Desember 2013 aku mengingat semua apa yang telah kulalui selama bertahun-tahun. Aku telah membuat Ibu sepi, gelisah, dengan segala rasa yang telah engkau rasakan. Aku telah melupakan jasamu Ibu yang selalu menjaga, merawat, dan mendidik ku. Aku teringat sebuah lagu yang pernah kau nyanyikan untukku.
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang
Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku
Engkau adalah satu-satunya orang yang berharga dalam hidupku. Karena engkau selalu setia menungguku, menemaniku, dan orang yang pertama memberi semangat untukku.
Walaupun aku hanya diberi waktu satu jam untuk bersamamu, aku ingin menciummu, memelukmu dengan erat, meminta maaf atas segala apa yang telah kulakukan terhadapmu, dan menyanyikan sebuah lagu yang selalu membuatku mengingatmu.
By.Rahmawati (22 Desember 2013)
Langganan:
Postingan (Atom)