Welcome to Catatan Rahma
Minggu, 15 Juni 2014
Rasa....
Rasa nyaman kini berubah menjadi rasa takut kehilangan. Menyebalkan bila kamu sulit untuk di tebak, aku takut untuk menerjemahkan isyarat yang kau tunjuk kan kepada ku. Tolong hentikan langkah ku jika memang segalanya yang ku duga benar dan di mata mu salah. Tolong kembalikan aku disaat ku tak pernah mengenalmu. Ketahuilah aku sedang melawan perasaan yang menggebu ini, aku tak percaya kita bisa sedekat ini. Dan selama ini juga aku kehilangan kendali untuk berucap aku menyukai mu . Dia menemukan ku dalam tumpukan paku yang menghujam, dia menemukan ku dalam posisi yang terjatuh dalam pelampiasan amarah. Ia menarik tangan ku, menyelamatkan ku lalu memeluk ku dan menenang kan ku.
Sabtu, 07 Juni 2014
Aku Tau Ini Sakit Tapi Aku Terlanjur Sayang
Kamu tau rasanya jadi Aku? Setelah 2 minggu ini kita
jalanin hubungan ini bareng berdua tanpa masalah sebesar ini. Aku udah sreg
sama kamu, aku merasa nyaman sama kamu, aku terlanjur sayang sama kamu. Tapi
kamu? Kamu mengabaikan seakan-akan aku bukan siapa-siapa kamu lagi, iya aku
ngerti ini sakit. Tapi aku bertahan demi sayang aku, demi hubungan ini. Aku nggak tau hal apa yang udah ngerubah kamu
sampai sejauh ini. Apa masalah yang kita alami ini alasan kamu
buat menjauh dari aku? Aku
bingung, seharusnya kamu bisa bersikap
dewasa buat masalah ini. Kita udah dewasa, kita udah besar
harusnya kita selesaikan masalah ini sama-sama. Kita nggak perlu saling jauh-menjauh seperti ini. Aku nggak pernah marah
disaat kamu menjauhi aku,
aku
tetap tersenyum disaat kamu cuekin aku, aku
sabar banget karna aku yakin sama kamu.
Kamu nggak bisa
ngalahin ego kamu? Harusnya kamu bisa mengendalikan ego itu. Nyesek iya jelas,
tapi kepercayaan itu udah terlanjur aku serahin ke kamu. Aku
gak mau pemikiran kamu seperti anak
kecil. Cuman gara-gara apa yang telah terjadi semuanya.
Bukannya kamu yang memulai duluan megang tanganku? Bilang
suka sama aku? Bilang 'I LOVE YOU' kalau bukan kamu, lalu itu siapa yang
bilang? Kenangan kita udah mulai banyak, nggak gampang buat aku melupakan semua
itu. Apalagi waktu kamu ngasih cincin sebagai tanda kalu kamu nggak akan pernah
jauh dari aku. Aku bingung, apa selama ini kamu udah bohongin aku? Kamu bilang
I Love You? Kamu bilang sayang? Kamu bilang serius? Terus ini apa maksudnya? Jujur aku nggak
bisa benci sama kamu, aku
tetap sayang sama kamu.
kamu pilih apa? Kamu
pilih buat tetap menunggu dia yang disana. Tapi kamu bilang padaku 'Kamu Jangan Pergi'. Oke, aku nggak pergi karena aku
juga udah janji buat sama-sama terus bersama kamu, udah sayang banget sama kamu. Tapi kenapa kamu harus hancurin
semua ini? Kamu semakin menjauh, kita lost contact. Sakit banget tapi aku tetap
sabar, aku menahan semuanya, aku tetap kasih senyum buat kamu, karena aku nggak
mau terlihat rapuh didepan kamu. Aku nggak mau sampai kamu down melihat aku
rapuh seperti ini gara-gara kamu.
Selasa, 03 Juni 2014
Jadilah Wanita Tegar Teman…
Menjadi wanita kuat, tegar dan tegas itu harus. Jangan mau dijajah dengan namanya orang, perasaan apalagi uang. Terinspirasi dari sebuah kutipan “Aku harus tegar”. Aku juga harus tegas. Hingga Rasul bangga melihatku berjalan dimuka bumi dengan tegar dan tegasku. Namun semuanya itu tidak berarti tanpa ada sebuah kesabaran Karena Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar. Sabar menghadapi segalanya”.
Hidup memang sebuah pilihan, kalaupun ternyata yang harus dipilih ternyata menimbulkan sebuah konsekuensi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan kita tetap harus bisa berdiri tegak jangan mau dikalahkan dengan keadaan. Kalau aku diposisi ini aku harus mencari penguat diri. Orang tua?? Yah orang tua adalah salah satu penguat utamaku karena mereka telah banyak memberikan dukungan, doa yang tiada terputus dan juga memberikan sebuah kepercayaan besar buatku sehingga besarlah pengharapan mereka terhadapku seperti apa aku kedepan nantinya. Dan tentu saja untuk mendapatkan kepercayaan dan restu ini tidak kudapati dengan cuma-cuma. Pernah aku harus sedikit berargumen tapi tetap dengan kata yang santun karena bagimanapun mereka tetap orang tuaku yang harus aku jaga perasaannya. Dan selain itu sekarang pun aku harus berpisah jauh dalam waktu yang cukup lama dan masih banyak pengorbanan lainnya. Jadi kalaupun aku sampai jatuh terpuruk betapa sangat-sangat dan sangat ruginya aku.
Salah satu penyebab keterpurukan bisa jadi karena bayang masa lalu. Yang lalu biarlah berlalu kawan. Yakinlah kalau semua itu memang episode hidup yang Allah takdirkan buat kita. Allah hanya ingin menguji sejauh mana hambaNya yang penuh khilaf dan salah ini berhasil memaknai hidupnya dan berhasil mengatasi masalah yang dihadapinya dengan cara seperti apa. Karena disinilah terlihat jelas sejauh mana kadar iman, kadar cinta pada sang Khalik tampak sangat jelas. Yang kalah akan terpuruk, tersungkur dan tak mampu bangkit lagi serta menyalahkan Allah kenapa merasa tak pernah berbuat adil. Sedangkan yang lolos, akan mendapat pengalaman berharga dan pastinya akan memaknai hidup kedepannya lebih baik lagi dan tidak akan mengulang pada kesalahan yang sama. Dan pada akhirnya nanti kita bisa berpikir dan mengambil kesimpulan kenapa toh harus mengingat-ngingat yang sudah lalu, karena yang lalu pasti takkan pernah kembali lagi. Dan belum tentu yang diingat pun balik mengingat balik diri kita. Capek deh menghabiskan waktu dan tenaga, sedangkan masa didepan masih banyak yang harus dihadapi, sudah menunggu untuk diselesaikan satu persatu.
Selelsai...
Langganan:
Postingan (Atom)